Tue-Fri 10am-7pm | Sat-Sun 10am-5pm | Mon CLOSED Jl. Manyar Jaya II / 4, Surabaya +62-8383-067-063-0 BBM Pin: 28FB876C

Kebiasaan mencukur rambut di wajah sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh pria. Entah hanya sekedar membersihkan rambut agar tampak lebih rapi atau malah membentuk pola rambut agar tampak lebih macho. Kebiasaan ini seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele, tak ada bedanya dengan sekedar menggosok gigi atau mandi. Tak perlu aturan khusus. Namun tahukah anda, banyak sekali kesalahan yang dilakukan pria saat bercukur, hal ini terkait dengan adanya mitos mitos yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah namun sangat dipercaya. Kesalahan kesalahan tersebut kadang malah membuat masalah baru, seperti kulit menjadi kering, pertumbuhan rambut semakin cepat atau malah timbulnya infeksi (folikulitis) yang seringkali dikira jerawat. Berikut kita akan membahas beberapa mitos dan fakta seputar kebiasaan mencukur pada pria.

 

Mitos : Bercukur dapat dilakukan kapan saja, tidak perlu setelah mandi

Fakta : Bercukur harus dilakukan pada saat kulit dalam keadaan lembab supaya kulit menjadi lebih lembut. Hal ini menyebabkan bercukur menjadi lebih mudah dan lebih minim terjadi gesekan sehingga resiko iritasi akan berkurang. Yang paling ideal adalah membersihakn wajah dengan air hangat sebelumnya.

 

Mitos : Shaving cream atau shaving foam tidaklah penting karena sudah cukup dengan sabun

Fakta : Shaving cream atau shaving foam akan melindungi kulit dari gesekan pisau cukur sehingga meminimalkan terjadinya iritasi atau infeksi. Penggunaan sabun yang terlalu sering justru akan membuat kulit kering sehingga resiko iritasi justru akan meningkat.

 

Mitos : Semakin keras menekan pisau cukur semakin baik

Fakta : Hal ini justru akan membuat resiko terjadi perlukaan semakin besar, selain itu rambut mungkin akan tertekan ke bawah (ingrown hair). Bercukur harus mantap tanpa memberikan tekanan berlebihan pada kulit wajah.

 

Mitos : Arah bercukur tidak lah penting, yang penting rambut sudah bersih

Fakta : Mencukur sesuai dengan arah tumbuhnya rambut akan membuat kedalaman cukuran lebih dekat ke akar, hal ini akan menyebabkan cukuran lebih bersih dan mencegah rambut yang tumbuh menjadi lebih kasar.

 

Mitos : Wajah tidak perlu dibilas setelah bercukur

Fakta : Sebaiknya anda mencuci wajah dengan air hangat dan menggunakan sabun yang mengandung tea tree oil untuk membuka pori pori dan mencegah timbulnya infeksi karena mengandung antiseptik.

 

Mitos : Pisau cukur dapat terus digunakan selama tidak berkarat

Fakta : Pisau cukur yang digunakan terlalu sering akan membuat ujung pisau semakin tumpul dan hal ini beresiko membuat kulit anda iritasi. Idelanya setelah digunakan lima sampai enam kali bercukur, anda harus mengganti pisau cukur anda.

 

Mitos : Sisa cukuran tidak perlu dibersihkan dari pisau cukur

Fakta : Sisa rambut dan shaving cream yang menempel pada pisau cukur dapat membuat pisau cukur menjadi tumpul, selain itu tumpukan kotoran pada pisau cukur dapat merangsang pertumbuhan bakteri. Kedua hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya luka dan infeksi.

 

Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda masih sering melakukan hal hal di atas? Jika ya, perbaiki cara bercukur anda mulai sekarang.

 

Pin It on Pinterest

Share This