Tue-Fri 10am-7pm | Sat-Sun 10am-5pm | Mon CLOSED Jl. Manyar Jaya II / 4, Surabaya +62-8383-067-063-0 BBM Pin: 28FB876C

Jerawat adalah masalah yang hampir pernah dihadapi oleh semua orang di dunia, terutama pada saat remaja. Mengatasi jerawat bukanlah hal yang mudah karena faktor penyebab jerawat bukan hanya satu, namun beberapa faktor yang saling berinteraksi. Namun, setelah jerawat hilang, ternyata ada masalah baru yang muncul. Sebagian besar jerawat pasti akan meninggalkan bekas. Bekas yang ditimbulkan oleh jerawat ini bisa berupa bercak-bercak kehitaman, bercak kemerahan, keloid atau lubang pada kulit (bopeng). Bercak kehitaman yang terjadi karena peradangan pada jerawat, ternyata memicu produksi pigmen yang dikenal dengan hyperpigmentasi post inflamasi. Sedangkan keloid maupun bopeng bekas jerawat disebut dengan scar.

Scar adalah suatu jaringan ikat fibrosa (fibrous) yang menggantikan sel-sel kulit yang normal setelah terjadi perlukaan pada kulit. Perlukaan pada kulit di sini bisa disebabkan karena trauma yang besar seperti bekas operasi atau benda tajam, namun bisa juga karena trauma yang sangat ringan misalnya jerawat atau bekas garukan. Sebenarnya pada scar juga terkandung kolagen seperti pada kulit normal, hanya saja komposisi kolagen pada scar berbeda dengan pada kulit normal sehingga terdapat gangguan pada fungsi kulit. Misalnya tidak tumbuhnya rambut atau kelenjar keringat pada daerah scar.

Secara garis besar scar dibagi menjadi dua macam yaitu:

      1. Hypertrophic scar
        adalah scar yang mengalami penebalan atau menonjol. Scar tipe ini terjadi karena adanya gangguan fungsi regulasi dalam produksi kolagen, hal ini menyebabkan terjadinya produksi kolagen yang berlebihan sehingga kulit akan lebih tebal dibanding kulit normal. Keloid termasuk jenis hypertrophic scar. Jika scar yang timbul melebihi batas dari luka, maka disebut dengan keloid. Untuk penanganan keloid dapat dibaca di sini.
      2. Hypotrophic scar
        adalah scar yang permukaannya lebih tipis atau lebih rendah dibanding kulit normal di sekitarnya. Scar tipe ini terjadi karena adanya hambatan dalam produksi kolagen. Bopeng yang timbul karena jerawat adalah tipe hypothropic scar. Jenis bopeng tersebut dapat dibedakan menjadi ice pick scar, box scar dan rolling scar.

Acne scar

Macam bopeng bekas jerawat

Berbagai macam cara telah terbukti efektif untuk mengatasi bopeng bekas jerawat ini. Karena prinsipnya ada hambatan pada produksi kolagen, maka cara mengatasinya adalah merangsang produksi kolagen. Sekitar 50 – 75 % kasus membaik dengan prinsip treatment ini. Beberapa cara treatment yang dapat digunakan untuk kasus scar adalah:

a)  Chemical peeling

Chemical peeling yang efektif untuk kasus scar adalah chemical peeling yang dapat menembus dermis sehingga dapat meningkatkan produksi kolagen. Chemical peeling dikatakan cukup efektif untuk kasus kasus acne scar yang tingkat kedalamannya ringan (superficial scar).

b) Dermabrasi

Dermabrasi berfungsi untuk mengangkat lapisan kulit sampai kedalaman tertentu dengan alat khusus (berbeda dengan microdermabrasi yang hanya mengangkat lapisan kulit superficial saja). Diperlukan anastesi untuk treatment dermabrasi. Treatment ini sudah jarang digunakan untuk kasus acne scar.

c) Subsisi

Subsisi sangat efektif untuk jenis rolling scar karena pada tipe scar ini didapatkan adanya jaringan ikat dan bekuan darah yang menahan permukaan kulit. Hal ini akan menyebabkan permukaan kulit menjadi tidak rata. Fungsi subsisi adalah melakukan pemotongan pada jaringan yang menahan permukaan kulit tersebut sehingga permukaan kulit akan naik. Setelah dilakukan subsisi, harus dilanjutkan dengan treatment lain seperti dermabrasi atau laser.

d) Laser

Secara garis besar, laser dibagi menjadi dua macam yaitu ablative dan non ablative. Untuk kasus acne scar, laser ablative seperti carbon dioxide laser dan Er YAG jauh lebih efektif dibandingkan dengan non ablative. Cara kerjanya mirip dengan dermabrasi yaitu merusak kulit sampai pada lapisan tertentu untuk merangsang pembentukan kolagen. Kerugian laser jenis ablative ini adalah penyembuhan luka lebih lama dan resikonya lebih besar dibanding tipe non ablative.

e) Dermal roller

Dermal roller adalah suatu metode meso therapy yang menggunakan micro needle. Tujuannya adalah membuat saluran berukuran micro sehingga bahan bahan yang diberikan dapat masuk dengan baik pada kulit. Pada kasus acne scar, dermal roller berfungsi merangsang stimulasi kolagen dan memasukan bahan bahan yang dapat merangsang penyembuhan kulit seperti Cantella asiatica atau Growth Factor.

Roller laser

Cara kerja laser dan dermal roller pada acne scar

f) Dermal filler

Tujuan filler di sini adalah mengisi daerah yang ‘kosong’ pada bopeng bekas jerawat. Seperti filler pada daerah lain, hasil yang didapat dari treatment ini hanya bersifat sementara.

Kombiasi tx acne scar

Dibutuhkan kombinasi treatment untuk hasil yang maksimal

Pemilihan jenis treatment untuk acne scar disesuaikan dengan kondisi kulit dan jenis scar pada wajah. Dokter akan memberikan anjuran untuk treatment yang paling efektif (sekaligus paling aman). Biasanya digunakan kombinasi treatment seperti chemical peeling dengan laser atau subsisi dengan dermal roller, bukan single treatment. Penggunaan krim-krim wajah seperti tabir surya dan bahan-bahan yang dapat merangsang stimulasi kolagen seperti retinoid acid, vitamin C, cantella asiatica, dan lain-lain akan sangat membantu hasil treatment.

Pin It on Pinterest

Share This