Tue-Fri 10am-7pm | Sat-Sun 10am-5pm | Mon CLOSED Jl. Manyar Jaya II / 4, Surabaya +62-8383-067-063-0

Banyak sekali perdebatan tentang efek vitamin E pada kasus jerawat. Ada yang mengatakan vitamin E baik untuk pengobatan jerawat dan bekas jerawat, namun ada juga yang mengatakan vitamin E justru dapat mencetuskan timbulnya jerawat. Lalu bagaiamana pengaruh vitamin E terhadap jerawat, apakah memperbaiki atau malah memperburuk?

 

Sebelumnya mari kita ulas sedikit tentang vitamin E. Vitamin E adalah salah satu vitamin yang larut dalam lemak yang memiliki fungsi sebagai antioksidan yang cukup poten. Fungsi anti oksidan ini adalah melindungi sel sel dari radikan bebas sehingga kerusakan sel dapat dicegah. Jika kita berbicara tentang vitamin E, kita harus mengenal ada dua jenis dari vitamin E yaitu tocopherol dan tocotrienol. Yang seringkali ditemukan dan dibahas pada berbagai artikel adalah dari jenis tocopherol ini, terutama alfa tocopherol. Vitamin E terdapat dalam dua sediaan yaitu dalam sediaan oral (dikonsumsi dengan cara ditelan, biasanya dalam bentuk soft gel) dan topikal (untuk pemakaian luar seperti krim dan serum). Sediaan oral biasanya berkisar dari 100 UI – 400 UI.

 

Berdasarkan penelitian, vitamin E memiliki banyak sekali manfaat untuk kulit, antara lain :

  • Mencegah pengeluaran sebum / minyak yang berlebihan
  • Melindungi sel sel kulit dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini
  • Mengurangi reaksi peradangan pada kulit
  • Bersifat fotoprotektif, dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV (terutama jika dikombinasi dengan vitamin E)
  • Menstabilkan fungsi barier kulit sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri
  • Menjaga kadar retinol (derivat vitamin A) dalam batas normal

 

Dari keterangan di atas, kita ketahui bahwa pemberian vitamin E dapat mencegah pengeluaran minyak berlebih sehingga dapat membantu mengatasi jerawat karena salah satu penyebab jerawat adalah produksi minyak berlebih, namun yang harus dicatat, fungsi tersebut hanya berlaku untuk penggunaan per oral saja, tidak untuk penggunaan topikal. Biasanya sediaan vitamin E dalam bentuk soft gel seringkali digunakan secara topikal dengan cara mengoleskan isi soft gel ke wajah. Harus diingat sediaan vitamin E adalah dalam bentuk minyak, sehingga jika diaplikasikan pada jenis kulit berminyak, potensi terjadi jerawat justru akan meningkat.

 

Teori lain menyebutkan peranan vitamin E pada acne dipengaruhi juga oleh rumus kimianya. Vitamin E dari bahan natural (D – Alfa tocopheryl) memiliki kualitas yang lebih baik dibanding vitamin E sintetik (D1 – Alfa tocopheryl) dan lebih cenderung dapat mencetuskan jerawat. Sedangkan beberapa teori lain mengatakan tidak ada bukti nyata yang dapat menjelaskan vitamin E dapat membantu meredakan acne atau malah memperparah acne. Meskipun masih menjadi perdebatan, ada beberapa hal yang dapat kita simpulkan yaitu penggunaan vitamin E secara topikal (terutama golongan alfa tocopherol) tidak disarankan pada jenis kulit berminyak atau yang rentan berjerawat. Yang kedua, vitamin E dalam bentuk soft gel sebaiknya tetap digunakan secara per oral sesuai aturan pemakaian, bukan dijadiakan pemakaian topikal. Yang ketiga, gunakan vitamin E dengan kualitas yang baik (dari sumber natural seperti buah buahan) untuk mengurangi resiko terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.

 

Di FBC kami menggunakan vitamin E untuk beberapa produk seperti tabir surya, anti aging serum dan facial wash. Jika anda memiliki riwayat bermasalah dengan produk produk yang mengandung vitamin E, anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami untuk mendapatkan produk produk non vitamin E.

 

Pin It on Pinterest

Share This