Tue-Fri 10am-7pm | Sat-Sun 10am-5pm | Mon CLOSED Jl. Manyar Jaya II / 4, Surabaya +62-8383-067-063-0 BBM Pin: 28FB876C

Favopedia


Apakah Stress Memicu Jerawat ?

by

Seringkali ketika kita berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan kita, dokter akan menjawab dengan jawaban yang klasik. Istirahat cukup dan jangan banyak pikiran. Begitu pula ketika kita menanyakan mengapa wajah kita berjerawat dan tidak kunjung sembuh, jawaban klasik itu mungkin akan muncul.

Apakah stress dapat memicu jerawat?

Ketika kita menghadapi ujian atau deadline kerja, maka makin banyak tekanan yang kita rasakan, baik tekanan fisik maupun tekanan psikis. Kemudian ketika kita berkaca, kita sadar wajah kita menjadi kusam dan bahkan mungkin kita akan menemukan jerawat yang meradang (acne cyst). Dari sana kita mengambil kesimpulan, beban pikiran yang kita alami itulah yang mencetuskan jerawat. Benarkah? Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan hubungan langsung stress dapat mencetuskan jerawat baru, stress hanya memperparah kondisi jerawat yang memang sebenarnya sudah ada, atau dapat dikatakan pada seseorang yang memang mempunyai kondisi kulit yang sering berjerawat. Kondisi ini tidak hanya berlaku untuk jerawat, namun juga untuk semua penyakit kulit yang lain, misalnya psoriasis.

Bagaiamana stress dapat memperparah jerawat?

Banyak penelitian dilakukan, baik di Amerika maupun di Asia, mengenai resiko munculnya jerawat yang lebih besar pada pelajar yang akan menghadapi ujian. Mekanisme pasti bagaimana hubungan antara stress dengan jerawat masih belum dapat dipastikan, namun diduga sel sel yang memproduksi sebum (minyak) ternyata memiliki reseptor terhadap hormon hormon yang dilepaskan saat kita stress sehingga produksi sebum dapat berlebihan pada saat kita stress. Kombinasi antara over produksi sebum dan faktor lain seperti banyaknya sel kulit mati atau peranan bakteri P. acne ini lah yang dapat mencetuskan jerawat.

Yang seringkali menjadi masalah serius adalah jerawat dan stress ini membentuk sebuah lingkaran setan, ketika seseorang mendapat jerawat (terutama usia remaja), mereka akan gelisah atau cemas yang berlebihan karena kondisi kulitnya bermasalah. Hal ini justru akan terus memicu jerawat menjadi lebih hebat dan otomatis tingkat stress orang tersebut juga akan naik, begitu seterusnya.

Jika stress reda, apakah jerawat ikut hilang?

Sayangnya, jawabannya adalah tidak. Anda tidak dapat mengobati jerawat hanya dengan menenangkan pikiran atau malah mengkonsumsi obat obatan psikiatri. Jerawat yang timbul tetap harus diterapi seperti jerawat pada umumnya. Menenangkan pikiran hanya membantu pengobatan supaya tidak memperparah kondisi jerawat yang sudah ada.

Jika anda mengalami problem serius dengan jerawat, yang perlu anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Jangan terus menambah beban pikiran anda tanpa berusaha melakukan pengobatan, karena hal itu justru akan memperparah jerawat anda. Jika anda membutuhkan dokter yang tepat untuk berkonsultasi, anda dapat menghubungi dokter dokter kami di contact yang tertera di website ini.

Pin It on Pinterest

Share This